Anak-Anak Meriahkan Hari Jadi Bogor Ke-530

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cibinong, 10 Juni 2012, Sejak pukul 8.00 pagi Jalan Tegar Beriman telah dipadati pengunjung yang tengah menunggu dimulainya berbagai macam pertunjukan seni dan budaya pada puluhan stand yang sejak tadi berdiri dengan kokoh. Tak heran pengunjung berdatangan lebih padat dari biasanya, dikarenakan acara Helaran budaya ini hanya dimeriahkan setiap setahun sekali. Kurang lebih 39 kecamatan di daerah bogor mengikuti festival seni budaya ini untuk memperingati hari jadi bogor ke-530 dan juga untuk memperkenalkan serta memperkental kebudayaan bogor kepada masyarakat. Kebanyakan peserta terdiri dari orang tua dan remaja, lalu beberapa peserta telah menginjak LANSIA, meski umur mereka terlalu tua untuk mengikuti kegiatan ini, tetapi semangat mereka tak pernah sedikitpun terkikis oleh waktu, kemudian sisanya terdiri dari anak-anak yang mempunyai umur kurang lebih 7-11 tahun yang masih duduk di bangku SD.

Gesit, lincah, dan antusiasnya anak-anak saat mempertunjukkan kebolehan masing-masing kepada pengunjung yang singgah pada stand mereka. Selain itu, kegigihan dan kesabaran nampak dari raut wajah mereka, meski keringat bercucuran dan dahaga menggerogoti tenggorokan, mereka rela menunggu Sang Pilihan Rakyat untuk singgah dan menyaksikan kebolehan mereka walau harus berdiam diri dibawah teriknya Sang Matahari. Tetapi perjuangan mereka tidak sia-sia, karena Akhirnya Sang Pilihan Rakyat telah datang menyaksikan aksi mereka satu persatu, walaupun hanya sekitar 15 menit Bupati Rachmat Yasin beserta Istri menyaksikan pertunjukkan mereka, mereka tetap berlapang dada menerimanya. 3 Jam telah berlalu dan acara telah sampai pada puncaknya, beberapa peserta telah merapikan stand dan akan segera pulang menuju kediaman tercinta daerah masing-masing, begitu juga dengan anak-anak yang sejak tadi kelaparan. Sebelum pulang mereka menyempatkan waktu untuk menikmati hasil jerih payah mereka, mmm…. “NIKMAT” itulah yang sekarang nampak pada raut wajah anak-anak penuh bakat yang sedang menikmati makan siang bersama.

Anak-anak ini mempunyai bakat dan potensi untuk meneruskan kebudayaan bogor, anak-anak ini pula yang akan menjadi cikal bakal untuk melestarikan kebudayaan bogor di masa mendatang, disamping itu sangat sedikit sekali anak-anak yang mempunyai minat dan perhatian pada kebudayaannya sendiri, oleh karena itu agar kebudayaan didaerah bogor tidak lenyap ditelan masa dan berpindah tangan ke negeri seberang, seharusnya anak-anak ini diberikan perhatian yang lebih oleh masyarakat khususnya pemerintah bogor, agar mereka tidak meninggalkan kebudayaannya sendiri, karena pada zaman yang serba praktis ini akan sangat sulit mencari anak-anak yang mau melestarikan kebudayaannya.

 

 

 

anak-anak meriahkan hari jadi bogor ke-530

Oleh: Fathy Rahman Ismail

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DARI TREMBESI

                                    Sumber: Kompas, Minggu, 29 April 2012. hal.7:

Mencintai Bumi Tanpa Henti

 


Kulihat setiap sudut jalan raya di Kabupaten Pemalang  penuh debu,  polusi, kering, dan panas yang menyengat di tempat dudukku bersama rekan-rekan Djarum Foundation. Mesin bus kini telah berhenti dan kita telah sampai di pemalang, telah siap untuk menyelamatkan bumi dari kehancuran dengan menanam pohon trembesi yang dipercaya mampu menyerap 28,5 ton gas CO2 setiap tahunnya.

Agus S Wibawa sebagai Vice President Director Djarum Foundation menginjakkan kaki terlebih dahulu di Pemalang yang disambut hangat oleh Wakil Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo, kemudian mereka  bercakap-cakap sekilas menanyakan kabar masing-masing dan sedikit menyinggung tentang lingkungan, sambil melihat kearah mereka, kudengar sayup-sayup kata-kata yang keluar dari Pak Agus, beliau mengatakan kepada Pak Mukti dengan tegas bahwa dengan komitment yang tidak pernah putus, Djarum Trees For Live terus berusaha melakukan penanaman pohon dan ikut berperan serta dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pak Mukti tersenyum bangga terlihat dari wajahnya yang kegirangan, seraya berkata tidak sia-sia saya menunggu kehadiran kalian dan saya bangga menyambut kedatangan para penyelamat bumi.

Kini giliran kami menginjakan kaki di tanah Pemalang dan kulihat pemandangan diluar bus yang menyambut kami dengan hangatnya suasana di Pemalang. Telah disiapkan tempat duduk yang nyaman, panggung yang besar, para artis ibu kota yang tersenyum dengan penuh ramah, sajian yang begitu nikmat telah siap disantap, dan sambutan yang begitu WAH….. Salah satu yang menjadi pusat perhatian kami yaitu pada penampilan tari selendang, para penari begitu lihainya memainkan selendang mereka, dengan gestur gerakan mereka, dan keanggunan yang dimiliki para penari mampu menghipnotis kami serta menyegarkan dahaga kami dengan talenta mereka. Begitu juga sambutan dari Pak Mukti dalam pidatonya dia berkata bumi ini sudah tua, sudah tidak ada lagi yang mengurusnya kecuali kalian, siapa lagi kalau bukan kalian yang menyelamatkan bumi untuk keturunan kita dimasa mendatang!!! Setelah mendengar pidato tersebut, kesadaran  mulai tumbuh dalam benak kami untuk segera menanam pohon trembesi, karena sebatang pohon sangat berarti bagi lestarinya hidup dikemudian hari.

Dan telah sampailah pada puncak acara yang ditunggu-tunggu yaitu menanam bibit trembesi, bibit trembesi ditanam pada titik-titik yang telah ditentukan sebelumnya oleh panitia, bibit yang telah ditanam harus segera disiram dengan air secukupnya, agar bibit trembesi ini tidak layu dan kemudian mati. Bibit trembesi yang ditanam lumayan banyak, dan menguras keringat kami, matahari pun telah berada diatas kepala kami, tetapi semangat para undangan tak terhenti oleh panasnya matahari, debu, dan polusi yang kian memuncak, tetapi itu tak seberapa karena ada sang penyemangat hadir merangkul kami, mereka adalah artis ibu kota seperti Kristina, dyna kdi, reza pahlevi, dan Juliana moechtar. Sambil menanam trembesi sesekali kami bercanda, tertawa ria dengan para artis untuk menghilangkan kebosanan.

Lelah ,penat, dan keringat membanjiri dan menguras tenaga kami. Satu persatu bibit telah selesai ditanam, dan akhirnya semua bibit telah tertanam. Untuk mengisi kekosongan karena acara sebentar lagi akan berakhir, sebagai kenang-kenangan kamipun berfoto bersama dan berbincang mengenai pohon trembesi ini. Mba Kristina memulai pembicaraan dengan bertanya kepada Pak Agus, Pak Agus kenapa yang ditanam cuma pohon trembesi, kenapa gak di campur sama pohon yang lain? Dengan tenang Pak Agus menjawab karena pohon trembesi ini  mampu menyerap 28,5 ton gas CO2 setiap tahunnya dibandingkan dengan pohon biasa yang rata-rata cuma mampu menyerap 1 ton CO2 dalam 20 tahun masa hidupnya. Selain itu pohon Trembesi juga mampu menurunkan kosentrasi gas secara efektif, tanpa penghijauan dan memiliki kemampuan menyerap air tanah yang kuat. Lalu seorang dosen fakultas kehutanan IPB Dr. Ir. H. Endes N Dahlan yang duduk didekat barisan kami menyambung pembicaraan, dia mengatakan bahwa daun Trembesi  juga sangat sensitif terhadap cahaya dan menutup secara bersamaan dalam cuaca mendung (ataupun gelap) sehingga air hujan dapat menyentuh tanah langsung melewati lebatnya kanopi pohon ini. Rerumputan juga berwarna lebih hijau dibawah pohon hujan dibandingkan dengan rumput disekelilingnya. Sambil mendengar obrolan mereka, kami melihat Mba Kristina sedang berfikir seolah-olah ingin tahu banyak mengenai pohon Trembesi ini,lalu pertanyaan keduanya langsung ia sampaikan dengan tergesa-gesa dan sedikit tekanan, LOH…. Kalau gitu pohon trembesi ngerugiin juga donk kalau ditanam secara berlebih-lebihan, benarkan pak Endes?? Pak Endes menjawab dengan wibawanya, iya memang akan berdampak negatif terhadap bumi kita karena kemampuan pohon trembesi menyerap air tanah yang sangat kuat sehingga ditakutkan malah akan mengurangi ketersediaan air tanah. Kemudian karena tanaman yang hidup dibawah pohon trembesi tidak akan dapat bertahan karena perindang yang cukup lebat sehingga tanaman dibawahnya tidak mendapatkan cahaya matahari yang cukup, kemudian Pak Agus pun masuk dalam pembicaraan untuk mencairkan suasana yang dari tadi dipenuhi ketegangan dikarenakan ketakutan kami menanam pohon trembesi, dia berkata, Kalau menurut saya, asalkan pohon ini tidak ditanam secara membabi buta dan memperhatikan keragaman hayati daerah setempat maka pohon trembesi ini akan sangat bermanfaat, dan dengan kepercayaan diri yang tinggi dia memberikan kesannya pada kami, memperhatikan keragaman hayati setempat inilah yang saya harapkan dari pemerintah pusat maupun kota ketika hendak menanam pohon trembesi ini sebagai pohon utama program penghijauan.

Akhirnya semua tanda Tanya dikepala kami telah terjawab, semua orang yang mendengarkan menarik napas panjang, dan aku berkata secara spontan syukur dech kalau pohon trembesi ini nanti bisa nyejukin udara bi bumi, dan ternyata pak endes melirikku karena perkataanku barusan dia berkata, sebenarnya ada atau tidak adanya trembesi bukan faktor utama permasalahan penyebab bumi kita ini yang semakin panas, bumi yang panas ini dikarenakan semakin tipisnya lapisan ozon yang berada di atmosphere sebagai selimut pelindung bagi semua makhluk hidup dibumi yang diakibatkan oleh gas co2 dari hasil pembakaran yang tidak sempurna, lalu banyaknya pemakaian produk yang menghasilkan CFC, pembakaran hutan, limbah industry, dan pemakaian pestisida yang berlebihan, sehingga limbah yang dihasilkan oleh produk-produk tersebut dapat menyebabkan penipisan pada lapisan ozon. Lapisan ozon jika terus menipis, maka akan meningkatkan suhu dibumi, volume perairan bertambah diakibatkan mencairnya gunung es, manusia mengalami katarak pada mata, kanker kulit, dan daya tahan kulit akan menurun diakibatkan sinar UV-B yang langsung memancar ke bumi. Ehm…. Stop pak kami juga udah ngerti ko klo masalah yang kaya gituan, ujarku dengan sedikit melongo, pusing dan kebingungan karena mendengar kata-kata yang terlalu tinggi, aku mengangguk-angguk seadanya, agar Pak Endes  berhenti berbicara karena ilmunya terlalu jauh untuk kami.

Bus pun telah mengaung, menandakan bahwa kunjungan telah selesai. Semua berpamitan dan mengucapkan terimakasih karena telah disambut dengan baik. Kunaiki bus dan duduk dekat jendela agar bisa kulihat untuk terakhir kalinya Pemalang dan Trembesi yang aku tanam, semoga kelak nanti trembesi itu dapat tumbuh menyelamatkan bumi dan tidak merusak bumi, good bye pemalang…..

 

 

 

Oleh: Fathy Rahman Ismail

MUTIARA DUNIA DALAM FREKUENSI

Setahun yang lalu sekilas kulihat kau, sedang bercakap-cakap dengan teman sekamarku, kulihat keakraban dari jiwa ke jiwa, datar, penuh pemahaman yang dalam, tanpa ragu mengalir mutiara-mutiara dari perkataanmu, tapi tak pernah terpikirkan dalam benakku untuk mengenalmu sedikitpun. Hari-hariku masih seperti biasa, baik-baik saja, tak ada gangguan apapun, dan selalu melewatimu tanpa menyapa, ataupun memberi salam, walau kutahu kau adalah teman baik dari teman sekamarku, dan sering aku mendengar perkataan yang bijak keluar dari kata-katamu, tetap!!! tak akan pernah kuhiraukan kau, walau suaramu lebih keras dari petir yang menyambar aku tak akan berpaling menoleh kepadamu, tak akan pernah!!!

Lalu…. Kuputuskan untuk meninggalkanmu, mengubur dalam-dalam ingatanku tentangmu, andai kata kau adalah tanaman yang tengah berakar didalam ingatanku, akan kucabut kau sampai tidak ada lagi jejak-jejak yang tersisa sedikitpun darimu. Setengah tahun telah berlalu, dan tak pernah lagi kudengar sayup-sayup suaramu, apalagi mutiara-mutiara yang sering kau berikan pada mereka…. Orang-orang yang beriman. Tetapi…. Ketika kulihat lagi ke belakang, kedepan, kekiri, dan kekanan, ternyata aku telah jauh meninggalkan jalan yang lurus, aku selalu berbelok…. memaksakan diriku untuk menaklukan dinding yang kutahu ku tak akan bisa melewatinya, tetapi selalu kucoba dan kucoba, sampai pada suatu hari dimana Dia memberikan pilihan pada duniaku yang dipenuhi dengan sandiwara. Dia membangunkanku dari mimpi-mimpi indah yang dipenuhi kesesatan, dan Dia menuntunku untuk keluar dari penyakit-penyakit yang diderita olehku semenjak bertahun-tahun yang lalu, yang telah bersarang dan berkembang biak didalam rongga dada ini. Aku terjebak dalam labirint-labirint yang tak kutahu kearah mana aku harus melangkah tuk menemukan cahaya yang hangat, yaitu cahaya iman yang terang benderang, yang mampu menuntunku disetiap gelapnya jiwa yang tersesat. Dan tanpa kusadari…. Jiwa ini kotor, usang, hitam, di penuhi lumpur-lumpur dosa yang menggumpal. Tetapi Dia…. Tidak pernah mengeluh atas sikapku yang selalu menghianatinya, selalu memperhatikanku walau aku selalu bersikap tak acuh kepadanya, selalu memenuhi kebutuhanku, dan selalu menasehatiku, serta menolongku saat aku tersungkur dalam gelapnya dunia.

Kini telah kuputuskan untuk menjadi temanmu dan selalu berusaha untuk menjadi sahabatmu, tetapi kurasa kau kini menjauh, mungkin semua itu akibat dari perbuatanku yang melampaui batas, tolong maafkan aku…. Maafkanlah segala dosa-dosaku yang tak terhitung, andai aku diperbolehkan meninggal untuk menghapuskan dosa-dosaku, akan kupenuhi syarat itu, karena kutahu syurgamu lebih kekal dari dunia ini. Sejak dahulu mungkin aku melupakanmu, tapi kini aku akan selalu ada untukmu, selalu mengharapkan keridhaanmu, dan mudah-mudahan aku termasuk orang-orang yang pandai bersyukur. Kau memang maha pengampun dan penyayang, kau telah memberikan hidayah kepadaku, terimakasih wahai pemilik jiwaku, segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam. Pertolonganmu tak akan pernah bisa aku balas walau darah yang kupunya kuhabiskan sampai kering untuk ku persembahkan untukmu, semua itu tidak ada gunanya,percuma saja.… aku tak akan pernah bisa membalasmu wahai rabbku.

Disaat aku sedang sendiri, sibuk dengan urusanku, dan sering kurasakan tak bermanfaatnya usaha-usahaku tuk mengecap manisnya dunia, lalu kau hadirkan sesosok jiwa yang akan memberi nasehat, sebagai pengokoh tiang imanku agar tak mudah dihancurkan oleh syaitan yang sering membisikkanku untuk menyeru ke dalam kesesatan, dan kata-kata bijak yang akan senantiasa dilantunkan oleh sosok jiwa yang dipenuhi dengan kalimat-kalimatmu yang dapat menentramkan hati dan pikiran yang sedang kacau balau, agar aku dapat menjalani hidup ini dengan ikhlas melalui sesosok jiwa yang dulu pernah kukenal setengah tahun yang lalu, Iya…. Dia adalah teman dari teman sekamarku, yang dulu tak pernah kuhiraukan. Wahai dunia yang fana, perkenalkan…. ini adalah teman baruku bernama fajri, fajri kini tinggal satu kamar denganku, dalam hari-hariku yang penuh semangat, fajri banyak memberi pelajaran yang bermakna padaku, dari fajri… aku dapat lebih mengetahui sejarah mengenai islam, fajri memberiku makna tentang kehidupan, tentang sunah-sunah Rosulullah Salallahu alaihi wasalam, tentang rukun iman dan islam, tentang pelajaran-pelajaran dari perjuangan para sahabat. Fajri mempunyai banyak teman, teman-teman fajri berasal dari orang-orang baik, contohnya para kyai yang sering memberi nasehat-nasehat tentang kehidupan. fajri rajin membaca alquran, mengumandangkan adzan, bahkan dia paham mengenai hadits, fajri selalu berdzikir, ketika dia berdzikir kadang aku ingat masa-masa kelamku dan sering kuteteskan air mataku saat nikmat yang kurasakan tengah menyelimuti rasa yang tak tertahan akibat nikmat yang selalu kuterima dari sang maha pencipta, ya Allah mudah-mudahan aku memanfaatkan waktu yang telah engkau berikan, tak akan ku sia-siakan kesempatan ini. Dan juga setiap malam fajri memberikan sebuah renungan yang dapat menggetarkan perasaanku.

Tanpa kusadari kini aku telah akrab dengan fajri, sering bercakap-cakap dengannya memahi tentang kehidupan menggunakan bahasa jiwa yang mendalam. Aku sering bercakap-cakap dengan fajri saat aku sedang mengerjakan tugas dan saat belajar, karena fajri yang sering menjadi penghayatan dan pemahamanku saat belajar. Yang aku suka dari fajri adalah mutiara-mutiara yang dia lantunkan ketika aku merasa lelah melewati hari-hariku, mutiara-mutiara itu yang kini membakar jiwaku, terima kasih Ya Robbi…. engkau telah memperkenalkanku dengan fajri.

KEPEDULIAN SEORANG TEMAN

Kepedulian seorang teman

 

Kalian adalah sosok yang selalu mengingatkanku, wahai teman…..

1.     AHMAD NUR KHAKIM:

~ Pesan 1:

Wahai Hamba Allah

Wahai Khalifah Allah

Ayo Tunaikan Sunnahmu (Tahajud)

Allah Turun ke Langit Dunia Untuk Mengabulkan Doamu yang Mulia Pada Dirimu dan Umat

Maka Siapa Paling Berjasa Dalam Keberhasilan, Perencanaan, Tujuan, dan Cita-Cita Selain Allah?

Setelah Itu Tunaikan Niatmu dengan Usaha

Allah Always With You

 

~ Pesan 2:

Senyum Itu ringan, Tak Bersuara Tapi Penuh Makna

Senyum Itu Murah, Tapi Tak Ternilai dengan Rupiah

Senyum Itu Tak Bertenaga, Tapi Besar Motivasinya

Senyum Adalah Hal yang Mudah, Tapi Selalu Nampak Indah

Senyum Hanya Hal yang Biasa, Tapi Bisa Jadi Spesial

Senyum Bagian dari Ibadah yang Paling Mudah, Tapi Berpahala Setara dengan Sedekah

Muliakanlah Hari-Hari Kita dengan Senyuman yang Indah

 

~ Pesan 3:

Wahai Orang-Orang yang Ingin Melamar Bidadari, Sudahkah Engkau Menyiapkan Mas Kawinmu Untuk Mereka?

Ayo Tahajud, karena Itu Mas Kawin yang akan Kita Berikan Kepada Bidadari Bermata Jeli

 

~ Pesan 4:

Hidup Hanya Sementara, akankah Terlena Akannya?

Karena yang Kita Cari Kebahagiaan yang Abadi Bukan Fatamorgana

 

~ Pesan 5:

Kunci Keberhasilan Adalah Dimulai Dengan DOA yang Ikhlas

Dilanjutkan dengan IKHTIAR yang Terbaik

Dan Pasrah Total dengan Tawakkal Kepada ALLAH

 

~ Pesan 6:

Ada yang Bilang:

Hidup Itu Berawal dari B dan Berakhir di D

B = Birth (Lahir)

D = Death (Meninggal)

Tetapi Diantara Huruf B dan D, Ada Huruf C

C = Choice (Pilihan)

Hidup Selalu Menawarkan Pilihan

Tersenyum atau Marah

Memaafkan atau Membalas

Mencintai atau Membenci

Mengungkapkan atau Memendamnya

Bersyukur atau Mengeluh

Berharap atau Putus Asa

Tidak Ada Pilihan Tanpa Konsekuensi

Namun ALLAH Selalu Memberi yang Terbaik

RENCANA Kita Boleh INDAH, Tapi rencana ALLAH lah yang Terindah

HIDUP Kita Mungkin Baik-Baik Saja, Tapi Hidup BERSAMANYA Lebih SEMPURNA

Pekerjaan Kita Mungkin MENJANJIKAN, Tapi BERKAHNYA lah yang Menjadikan Kaya

Kekuatan Tangan Kita Mungkin Sanggup Membawa Kita Menjadi Orang HEBAT, Tapi hanya dengan ALLAH, Kita Menjadi LUAR BIASA

Sebab ALLAH Bukan Hanya Mencukupi Apa yang Kita Perlukan, Tapi Memberi dengan Berkelimpahan

Kita BERSAMA ALLAH = LUAR BIASA (Semoga Mulai Hari Ini Kita Bisa Lebih TAWADHU)

 

~Pesan 7:

Barangsiapa yang Mengajak kepada Petunjuk, Niscaya Untuknya Pahala seperti Pahala Orang yang Mengikutinya

Hal Itu Tanpa Mengurangi Pahala Mereka Sedikitpun

2.     DIAN PERMATASARI

~Pesan 1:

Dari Abu Hurairah Radiallahuanhu, dari Rasulullah Sallallahualaihi Wassalam, Beliau Bersabda:

Amal-Amal Dihadapkan (kepada Allah) pada Hari Senin dan Kamis

Maka Aku Ingin Amalku Dihadapkan dalam Keadaan Aku Berpuasa

 

~Pesan 2:

Bila Kamu Hendak Menyerah di Hari Ini

Ingatlah Sahabat, Bagaimana Kamu Bisa Begitu Kuat Dapat Bertahan sampai ke Hari Ini

 

~Pesan 3:

Barangsiapa Menutup Celah Shaf

Niscaya Allah akan Mengangkat Derajatnya Satu Kali

Dan Akan Membangunkan Sebuah Istana Untuknya di Surga

 

~Pesan 4:

Tiada Seorang Muslim Tertusuk Duri atau Lebih dari Itu

Kecuali Allah Mencatat Baginya Kebaikan dan Menghapus Darinya Dosa

Sahabat……

Allah Maha Adil….

Ia Memiliki Seribu Cara untuk Menghapus Dosa-Dosa Kita

Bersyukurlah….

Karena Cobaan yang Kita Alami adalah Bentuk Kasih Sayang Darinya

 

4.     HANIF PERMANA

~Pesan 1:

Tidakkah Engkau Melihat Orang-Orang yang Telah Dilarang Mengadakan Pembicaraan Rahasia, kemudian Mereka Kembali (melakukan) yang Telah Dilarangkan Itu dan Mereka Saling Mengadakan Pembicaraan rahasia untuk Berbuat Dosa dan Permusuhan serta Kedurhakaan kepada Rasul, dan apabila Mereka datang kepadamu, Mereka Mengucapkan Salam Kepadamu dengan yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu dan Mereka

 

~Pesan 2:

Hai Orang-Orang yang Beriman, apabila dikatakan Kepadamu: Berlapang-lapanglah dalam Majelis-Majelis, maka Lapangkanlah Niscaya Allah akan Melapangkan Buat Kamu, dan apabila Dikatakan: Berdirilah Kamu, maka Berdirilah, Niscaya Allah akan Meninggikan Orang-Orang yang Beriman diantara Kamu dan Orang-Orang yang Diberi Ilmu Beberapa Derajat. Dan Allah terhadap apa yang Kamu Kerjakan Maha Mengetahui

 

5.     PUTRI HANDAYANI

~Pesan 1:

Senyum yang Luar Biasa Terlihat Bukan Pada Saat Seseorang Tersenyum dalam Kesenangannya

Tapi Pada saat ia Masih dapat Tersenyum dalam Hari-Hari Tersulit yang sedang Dihadapinya

 

~Pesan 2:

Kita Melihat Kebahagiaan seperti Pelangi

Tidak Pernah Diatas Kepala Kita Sendiri

Tetapi Selalu Berada Diatas kepala Orang Lain

 

~Pesan 3:

Dari Air Kita Belajar Ketenangan

Dari Batu Kita Belajar Ketegaran

Dari Tanah Kita Belajar Kehidupan

Dari Kupu-Kupu Kita Belajar Merubah Diri

Dari Padi Kita Belajar Rendah Hati dan Semangat Kebersamaan

Melihat ke Belakang, sebagai Pengalaman Berharga

Melihat ke Dalam, sebagai Introspeksi Diri

Dan Melihat ke Depan, Untuk Menjadi Lebih Baik

 

~Pesan 4:

Ketika Kehidupan Memberi 1000 Alasan untuk Menangis

Tunjukkan Bahwa Kita Mempunyai 10000 Alasan untuk Tersenyum

Nikmati Setiap Detik Waktu dan Akhiri Kelelahan Hari ini dengan Keikhlasan

Indahnya Hidup Bukan Karena Seberapa Banyak Orang Mengenal Kita

Namun Seberapa Banyak Orang Bahagia Mengenal Kita

 

~Pesan 5:

Setiap Manusia Sudah Diciptakan Tuhan dengan Kelebihan dan Kekurangannya Masing-Masing

Hanya Bagaimana Manusia tersebut Memanfaatkan Kelebihannya

 

~Pesan 6:

Banyak Kegagalan dalam Hidup Ini dikarenakan Orang-Orang Tidak Menyadari Betapa Dekatnya Mereka dengan Keberhasilan saat Mereka Menyerah

 

~Pesan 7:

Janganlah Fokus Pada Kekurangan

Tapi Fokuslah pada KELEBIHAN

Seekor Burung Tidak Bisa Merubah Arah Angin

Tapi Dia Bisa Merubah Arah Sayap, Hingga Dia Mampu Mencapai Arah Tujuannya

Allah Subhanawata’ala Menciptakan Manusia dengan Segala Kelebihan dan Kekurangannya untuk Menguji Siapa yang Paling Baik Amalannya

Jangan karena sering Mengeluhkan Sedikit Kekurangan, Kita Melupakan Kelebihan

Allah tidak akan Merubah Suatu Kaum, Sampai Kaum Itu Merubah Dirinya Sendiri

Sesungguhnya Allah Tergantung Prasangka Hambanya

 

6.     RIFTI AGUSTINA AHDIATI

~Pesan:

Saat Jenuh Sulit Diakhiri

Ketika Kaki Seperti Tidak Mampu Berdiri

Jika Semua Penolong Seakan Lari

Saat Tiada Teman Untuk Berbagi

Ingatlah…

Allah Tidak Pernah Membiarkan Kita Melangkah Sendiri

Ya Rabb…

Ku Pinta Jagalah Saudaraku Ini Dijalan Takwa

Kuatkan Pijakan Kakinya dijalanmu

Kuatkan Jasadnya dengan Rahmatmu

Dan Buatlah Dia Tersenyum Sampai ke Surgamu

 

7.     YULIANINGSIH

~Pesan 1:

Orang yang Paling Dekat dengan Allah ialah  yang MEMULAI Memberi SALAM

 

~Pesan 2:

Sesungguhnya Dia Mengujimu dengan Sedikit Masalah

Adalah Dia yan Selama Ini Membanjirimu dengan Lautan nikmat

Maka Berbaik sangkalah kepadanya

Jika Beban yang Kau Rasa saat Ini Begitu Memberatkan Punggungmu

Maka Berbahagialah karena Dia Telah Percaya Punggungmu Telah Kuat Memikulnya

Jika saat Ini Harapanmu Tak Terwujud

Maka Berbahagialah, karena Dia Percaya Kita akan Tegar Menerimanya

Selalu Semangat dan Yakin ALLAH selalu Memberikan yang Terbaik Untuk Kita

 

~Pesan 3:

Sebenarnya Setiap Manusia adalah ARTIS FILM, Bukankah Setiap Hari Kita Disyuting oleh Malaikat Raqib dan Atid mulai dari Bangun Tidur sampai Tidur lagi?

Bayangkan!!!

Dokumen Film Itu akan Diputar Ulang di Akhirat nanti tanpa Sensor Sedikitpun, Hanya Mereka yang Berakting sesuai Skenario Qur’an dan Hadist yang akan Mendapatkan “PIALA SURGA”

 

~Pesan 4:

“WAKTU”

Kadang Lambat Bagi yang Menunggu

Tapi terlalu Cepat Bagi yang terburu-buru

Terlalu Panjang Bagi yang Gundah

Terlalu Pendek Bagi yang Bahagia

Tapi Bagi yang selalu Bersyukur dan Bersabar, maka Waktu adalah Kesempatan dan Kebahagiaan….

Bersyukur Membuka Kekayaan Hidup

Bersyukur Mengubah Apa yang Kita Miliki Menjadi Cukup

Tetaplah Bersyukur, karena  Hari Ini Kita Masih Diberi Waktu Untuk Menikmatinya

 

~Pesan 5:

Semua Urusan Kembali kepada Dua Dasar, Yaitu:

Perbuatan dari Allah untuk Dirimu

Dan Perbuatan dari Dirimu Untuk Allah

 

~Pesan 6:

Gambarlah Rencanamu dengan Sebuah Pensil, tapi Berikan Penghapusnya pada Allah

Relakan Dia Menghapus Bagian-Bagian yang Salah dan Menggantikan dengan Pilihannya yang Baik nan Indah didalam Hidupmu

Pasrahkan dan Percayakan Sepenuhnya, karena Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa, dan Maha Bijaksana

 

~Pesan 7:

Kalaulah Kesulitan Ibarat Matahari

Dan Kesuksesan Ibarat Air Hujan

Maka Kita Butuh Keduanya untuk Melihat Pelangi yang Begitu Indah

 

~Pesan 8:

Jika Engkau Miskin, Bersyukurlah. Karena Engkau akan Sedikit mempertanggungjawabkan Hartamu

Jika Engkau Kaya, Bersyukurlah. Karena Engkau Mempunyai Banyak Kesempatan Beramal

Apapun yang Terkadang Kita Anggap Kekurangan, Sesungguhnya Itu Rahmat Jika Kita Mensyukurinya

Apapun yang Kita Anggap Nikmat, Bisa Jadi Azab Jika Kita Tidak Mensyukurinya

 

~Pesan 9:

Logika Hidup Adalah Waktu

Siapa ynag Membunuh Waktu, Maka Ia Membunuh Hidupnya

Hanya yang Menggunakan Waktunya dengan Baik, Tepat, dan Benar, yang Membangun KehidupannyaSendirinya

ARTI SEBUAH TULISAN

Image

Dalam benak beberapa orang sering muncul pertanyaan tentang: Apa itu tulisan? Apa sebenarnya makna dari tulisan? Kenapa harus menulis? Apakah penting untuk menulis? Kenapa  manusia harus menulis? padahal sejak manusia berumur 5 tahun atau ketika manusia pertama kali menginjakkan kaki di dunia pendidikan, manusia telah mengenal tentang tulisan. Manusia pastinya akan mengenal 2 pelajaran yang sangat berharga dalam kehidupan, yang pertama yaitu membaca dan yang kedua adalah menulis. Setelah manusia tumbuh dari masa kanak-kanak menuju remaja, kemudian kedewasaan akan menyelimutinya, mungkin manusia akan melupakan pelajaran yang berharga tersebut, tetapi 2 pelajaran tersebut tidak akan hilang ditelan masa walaupun mereka berusaha untuk melupakannya, pastilah mereka tidak akan sanggup melupakannya. Seperti pelajaran yang diberikan oleh Allah Subhana Wata’ala kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam melalui malaikat jibril yang tertuang dalam Al-Qur’an surat Al-Alaq yang merupakan wahyu pertama bagi Nabi Muhammad, dalam ayat pertama yang artinya “Bacalah”.

Tulisan adalah salah satu bentuk komunikasi antara manusia dengan lingkungan sekitar, bayangkan jika tidak ada tulisan? Manusia tidak akan mengenal pengetahuan, teknologi, pena, pensil, buku, tinta, sastra, dan yang paling terpenting manusia tidak akan mengenal tentang kehidupan seseorang, karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, ibaratnya membaca adalah dasar untuk menulis, dan tulisan adalah buah dari pola pikir manusia. Saat manusia hanya mengetahui tentang membaca dan tidak pernah mengenal tulisan, maka setelah membaca, manusia cenderung akan lupa, maka dari itu tulisan sangat diperlukan dalam kehidupan untuk membantu manusia mengingat kembali apa yang dibaca, seperti petuah ”ikatlah ilmu itu dengan tulisan”. Dengan membaca, manusia akan mengetahui pengetahuan yang baru, dan dengan tulisan, manusia akan mengerti tentang pengetahuan yang baru dia baca.

Manusia telah mengenal tulisan sejak zaman purba, contohnya ditemukannya tulisan-tulisan yang terukir pada bebatuan, daun, kayu, dan pelepah kurma. Pada saat itu manusia masih belum mengenal pena. Pada tahun 1696 seorang kebangsaan Jerman, Daniel Schwenter membuat pena dengan ujung bulu. Pada tanggal 25 Mei 1827, penemu berkebangsaan Rumania, Petrache Poenaru menerima paten di Prancis untuk ciptaannya berupa pulpen pertama.

Lalu, siapakah penulis pertama didunia? Pada abad ke 19, seorang arkeolog amatir Inggris bernama Austen Henry Layard menemukan kepingan baru bertulis yang berkisah tentang raja Uruk dari Babilonia, bagian dari epik Gilgamesh. Pada kepingan ini tercatat nama Shin-eqi-unninni sebagai penulisnya. Kemudian juga ditemukan 12 keping batu bertulis berbahasa Akkadia di sisa reruntuhan perpustakaan Ashurbanipal of Assyria (yang berdiri antara 669-633 sebelum Masehi). Tulisan di batu itu menyebutkan nama Shin-eqi-unninni sebagai penulis dari epik Gilgamesh. Sementara Gilgamesh sendiri diyakini hidup di sekitar 2700 tahun sebelum Masehi. Dari temuan-temuan tersebut di yakini bahwa Shin-eqi-unninni adalah penulis pertama yang tercatat dalam sejarah.

Tetapi sebenarnya manusia pertama yang menjadi seorang penulis pertama adalah Nabi Idris Alaihissalam. Nabi Idris alaihissalam berada di urutan kedua, setelah Nabi Adam Alaihissalam. Tidak banyak memang literatur umum yang membahas tentang Nabi Idris Alaihissalam, dan mungkin juga belum banyak dari kita yang tahu kalau beliau-lah manusia pertama yang menulis dengan pena. Nabi Idris Alahissalam diakui oleh banyak ulama dan ahli tafsir, adalah seorang nabi yang memiliki banyak keistimewaan. Keistimewaan ini diantaranya adalah kemampuannya dalam menulis, menggambar, menjahit, menguasai ilmu perbintangan (astronomi), dan lain sebagainya.

Membuat sebuah tulisan memang tak semudah berbicara, dikarenakan sistem syaraf yang terbiasa berbicara dibandingkan dengan menulis, karena untuk menulis dibutuhkan sebuah pemikiran dengan cara berfikir, salah satu alasan yang sederhana mungkin tangan lebih jauh dengan otak dibandingkan dengan mulut, sehingga berbicara lebih mudah dibandingkan dengan menulis. Tulisan yang berkualitas adalah tulisan yang mempunyai kelengkapan atau syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk sebuah tulisan, misalnya: kerangka karangan, tema, judul, penokohan, gaya bahasa, dan lain-lain. Ada sebuah cerita tentang tulisan yang berkualitas antara pembicara dan audience, ceritanya sebagai berikut:

 

Pembicara : Menurut anda seperti apa tulisan yang berkualitas?

Audience 1: Tulisan yang berkualitas adalah tulisan yang berasal dari ungkapan perasaan yang

                    dituangkan kedalam tulisan, sehingga tulisan tersebut menjadi berkualitas.

Audience 2: Tulisan yang berkualitas adalah tulisan yang memenuhi syarat.

Audience 3: Tulisan yang berkualitas adalah tulisan yang dibuat oleh diri sendiri dan bukan

                     berasal dari buatan orang lain, dan juga bukan hasil jiplakan.

Pembicara: Salah semua !!!!!

Para audience kebingungan…. Lalu audience 1 membalikkan pertanyaan kepada pembicara

Audience 1: Jika jawaban kami salah semua, lalu bagaimana menurut anda tentang tulisan yang

                    berkualitas?

Dengan tersenyum dia menjawab….

Pembicara: Tulisan yang berkualitas adalah “Tulisan yang telah diselesaikan”.

Dari cerita diatas dapat kita ambil pelajaran yang berharga tentang tulisan, bahwa tulisan yang selengkap apapun, tulisan yang dapat membuat perasaan bergejolak sekalipun, jika tulisan tersebut tidak selesai, maka tulisan tersebut tidak akan berkualitas. Tulisan yang berkualitas adalah tulisan yang telah selesai, Ayo bersama-sama membuat tulisan yang berkualitas dengan menyelesaikan tulisan.

BERSAMA KITA BERSATU

BERSAMA KITA BERSATU

Bersamanya Ku Arungi Waktu

Melewati Terjalnya Jalanan

Walau Terik Menyiksa dan Dinginnya Terasa Sampai ke Tulang

Tetesan Semangat Telah Membanjiri Raga

Gelap Gulita Ku Arungi dengan Harapan

Tapi…… Semangat Ini Tak Akan Pudar

Meski Panasnya Alam Kian Membuncah

Meski Jurang dan Tebing Menghadang

Meski Kaki Ini Tak Kuasa Menahan Sakitnya Bebatuan

Meski Mentari Membakar Cahaya Penerang Jiwa

Tak Akan Pernah Ku Lepaskan Kau Sampai Puncak Tertinggi

Bersamamu Ku Dapatkan Kehidupan

Bersamamu Banyak Tersimpan Pelajaran

Pengalamanku Bersamamu AMFOTER

(PENDAKIAN MASSAL 12, GUNUNG GEDE 21-22 APRIL 2012)